Sport

Pegula Menangi Laga Terpanjang dalam Kariernya di Charleston Open

Meskipun mungkin tidak ideal untuk besok, tetapi saya merasa pertandingan tiga jam itu benar-benar menguras paru-paru

Jakarta (KABARIN) - Petenis unggulan pertama Jessica Pegula harus bekerja ekstra keras untuk memulai langkahnya mempertahankan gelar di turnamen Charleston Open setelah melewati laga dramatis di babak kedua yang berlangsung lebih dari tiga jam.

Pegula sukses menyingkirkan Yulia Putintseva lewat pertarungan ketat tiga set dengan skor 4-6, 6-4, 7-5 dalam pertandingan yang menjadi salah satu duel terlama sepanjang kariernya.

Setelah laga panjang tersebut, Pegula mengakui pertandingan itu benar benar menguras fisik dan stamina.

"Meskipun mungkin tidak ideal untuk besok, tetapi saya merasa pertandingan tiga jam itu benar-benar menguras paru-paru," kata Pegula dalam konferensi pers pascapertandingan, dikutip dari WTA.

Ia menambahkan bahwa laga seperti ini justru menjadi ujian kebugaran sekaligus persiapan untuk pertandingan berikutnya.

"Kebugaran aerobik dan anaerobik benar-benar diuji. Dan saya merasa, jika saya bisa melewati pertandingan besok, saya pikir itu bisa mempersiapkan saya lebih baik di pertandingan selanjutnya."

Dalam beberapa bulan terakhir, Pegula memang sering terlibat dalam duel panjang tiga set. Catatannya cukup impresif dengan 7 kemenangan dan 1 kekalahan di set penentu sepanjang tahun ini serta 16 kemenangan dari 20 laga sejak US Open.

Namun, duel melawan Putintseva kali ini menjadi yang paling lama di Charleston sekaligus salah satu pertandingan terpanjang dalam kariernya di level tur.

Pertandingan tersebut juga menjadi laga terpanjang Pegula sejak kalah dari Liudmila Samsonova di Berlin tahun lalu dalam durasi tiga jam 21 menit, sementara kemenangan terlama sebelumnya terjadi di Cincinnati 2024 saat menaklukkan Leylah Fernandez selama tiga jam 4 menit.

Sebelum pertemuan ini, Pegula selalu menang dalam tiga duel melawan Putintseva tanpa kehilangan satu set pun, tetapi ini menjadi pertemuan pertama mereka di lapangan tanah liat.

Petenis asal Kazakhstan itu tampil agresif dan sempat memberi tekanan besar, termasuk unggul dua poin untuk memimpin 3-0 di set ketiga. Namun Pegula mampu bangkit dengan permainan yang lebih tenang di poin-poin krusial.

Ia juga menyoroti kesulitan menghadapi gaya bermain Putintseva yang variatif.

"Tidak banyak kata-kata. Yang bisa saya pikirkan hanyalah, 'Selamat datang di musim lapangan tanah liat.' Ya Tuhan, ini pertandingan pertamaku di lapangan tanah liat," kata Pegula.

"Salut untuk Yulia. Dia lawan yang sangat sulit, terutama di lapangan tanah liat. Dia bisa sangat cerdik, menggunakan bola tinggi, bola rendah, slice, drop shot, dan saya merasa dia benar-benar mempermainkan saya untuk beberapa saat."

"Saya tidak yakin bagaimana saya bisa bangkit. Di set ketiga, ada begitu banyak momen saling balas," ujar petenis berusia 32 tahun itu.

Di babak selanjutnya, Pegula akan menghadapi unggulan ke-14 Elisabetta Cocciaretto yang melaju usai mengalahkan Yuan Yue dengan skor 6-0, 7-5.

Cocciaretto sempat tampil dominan di awal laga dengan unggul jauh sebelum lawannya bangkit dan memperkecil ketertinggalan, namun petenis Italia itu tetap mampu menutup pertandingan dengan kemenangan.

Sementara itu, kabar lain datang dari unggulan kedua Ekaterina Alexandrova yang harus mundur dari turnamen sebelum laga babak kedua melawan Yuliia Starodubtseva.

"Saya sangat menyesal harus menyampaikan bahwa saya harus mundur dari Charleston minggu ini. Saya mengalami sedikit cedera di Miami yang membutuhkan perhatian dan perawatan lebih lanjut," kata Alexandrova.

"Charleston adalah salah satu pekan favorit saya dalam setahun, jadi saya sedih karena tidak dapat bermain di depan para penggemar malam ini. Saya berharap dapat bertemu kalian semua tahun depan."

Dengan kondisi tersebut, Starodubtseva otomatis melaju dan akan menghadapi pemain peringkat 164 dunia yang berstatus lucky loser, Ekaterine Gorgodze. Petenis asal Georgia berusia 34 tahun itu kembali tampil di babak utama WTA untuk pertama kalinya sejak Praha 2022.

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: